KESADARAN DAN REALITAS

Kesadaran menyentak dan mengagetkan. Kesadaran membuka eksistensi Realitas dan membuat jengah, bahwa Realitas itu ada.

Kadang-kadang bermimpi nampak lebih nyaman karena memang meninabobokan. Tetapi bermimpi, meskipun rasanya nyaman, amat riskan akan goncangan jiwa, shock, stress. Mengapa shock dan stress? Sebab, Realitas itu powerful. Realitas bisa menyeruak sampai ke sumsum Kesadaran terdalam. Bagi orang yang terbiasa bermimpi, datangnya Realitas sejati ke dalam Kesadaran bagaikan angin rebut yang menyebalkan, atau bagaikan dentuman yang memekakkan telinga. Kesadaran bagi si pemimpi adalah pemberontak.

Sebaliknya, bagi Kesadaran yang terlatih, Realitas datang dan menyatakan dirinya bagaikan embusan sejuk angin sepoi-poi. Tiada kekerasan. Tiada dentuman. Tiada pemberontakan. Semua berjalan sebagaimana adanya, sebab Kesadaran yang terlatih senantiasa siap dengan datangnya Realitas sejati.

Latihan terdalam dan paling intensif bagi Kesadaran bahkan akan membawanya pada identifikasi dirinya dengan Realitas itu sendiri. Kesadaran adalah Realitas dan Realitas adalah Kesadaran.

Di Penghujung Tahun 2007,

Dalam keheningan kontemplatif

Di kampung Takwa

Pulau Malaita North Province

SOLOMON ISLANDS

Comments are closed.

%d bloggers like this: